Zainal Umuri, Menjadi guru sejak tahun 1998 dan tetap berkiprah dalam dunia pendidikan hingga saat ini,  menandai kecintaannya dalam dunia pendidikan. Bergabung  dengan Dompet Dhuafa yang memiliki komitmen mengembangkan pendidikan di Indonesia menjadi tonggak bersejarah baginya untuk menancapkan diri menjadi Konsultan Pendidikan Nasional .

Mengelola sekolah pasca gempa Aceh 2004 hingga saat ini, menorehkan pembelajaran dan pengalaman dalam mengelola sekolah bermutu. Potensi sekolah yang belum tergali serta tantangan dunia pendidikan menjadikan Zainal Umuri  ingin memberikan sumbangsih dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Beberapa sekolah Dompet Dhuafa telah dibina olehnya. Mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku sampai dengan Papua. Baik di daerah perkotaan maupun di daerah perbatasan serta pedalaman di Indonesia. Beberapa diantaranya telah memiliki prestasi sampai dengan level nasional.

Pengalaman berharga ini, menginspirasinya untuk menulis beberapa buku, baik buku personal maupun buku kompilasi bersama para konsultan dan trainer lainnya. Salah satu buku personal  yang diterbitkan berdasarkan best practice  adalah Bukan Guru Oemar Bakrie, Menjadi Guru Cerdas Finansial. Buku yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini mendapat sambutan hangat dari para guru Indonesia, dengan tiga kali cetak ulang sejak diterbitkan tahun 2010. Beberapa kota telah melaksanakan  public training dari buku best seller ini, beberapa diantaranya yaitu : Bengkulu, Jambi, Palembang, DKI Jakarta, Semarang, Tasikmalaya, DI Yogjakarta, Makassar, Banjarmasin, Pontianak, dan Ambon.

Zainal Umuri, memegang beberapa certified seperti Certified Hypnotist (CH) dan Certified Hypnotherapist (CHt), Certified Trainer Materi “Tuhan Inilah Proposal Hidupku”, dari Jamil Azzaini, Gramedia Pustaka, Certified Lead  Fasilitator Kubik Training Consultancy, Coach Jamil Azzaini. Saat ini menjadi Master Konsultan Sekolah Literasi Indonesia.

Semangat baru yang sedang dilakukannya yaitu menjadi  pengungkit bagi para penulis baru, salah satunya adalah Cerpen KETIKA, yang ditulis oleh penulis muda berkat Nisaul Fadlilah Equeena. Semoga semaikin banyak orang yang mampu memberikan inspirasi bagi Indonesia.