Kepemimpinan dunia silih berganti diantara bangsa-bangsa di dunia. Kaum yang berjaya akan diikuti oleh bangsa lain yang mengalami kemunduran.

Dulu Umat Islam berjaya dengan sistem Khilafah, Barat berada dalam masa kegelapan.

Dan disaat itu, Barat mengekor pada tradisi yang dilakukan masyarakat Islam. Pada masa itu Eropa silau melihat peradaban Islam.

Orang Eropa merasa tampak keren dan maju kalau mereka mengikuti gaya kaum muslimin.

Orang Eropa saat itu menyenangi dan mempelajari bahasa Arab. Gaya mereka pun mengikuti ala kaum muslimin. Tokoh-tokoh Muslim dan karya-karyanya menjadi panutan dan rujukan atas solusi permasalahan yang mereka hadapi.

Jadi, dulu Eropa (Barat) justru meniru-niru gaya dan tradisi umat Islam.

Kini, saat Khilafah Islam telah diruntuhkan, Barat berjaya dengan ideologi Kapitalisme-Demokrasinya. Umat Islam mengalami kemunduran lantaran meninggalkan agamanya.

Dan keadaan pun berbalik. Pemimpin peradaban dipegang oleh Barat.

Barat akhirnya menjadi “kiblat” umat Islam dalam segala hal.

Semuanya seolah menjadi hebat dan berkemajuan saat mengekor pada peradaban Barat.

Apa-apa serba kebarat-baratan. Dari mulai ilmu pengetahuan dan teknologi, sampai nama, bahasa, fashion, musik dan pergaulan pun membebek Barat.

Namun, yang tidak disadari oleh Umat Islam saat ini adalah, kemajuan Barat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang diagung-agungkan tadi sebenarnya dicuri dari peradaban Islam.

Kemajuan Barat tersebut sebenarnya adalah hasil sumbangsih Islam, namun Barat tidak sepenuhnya mengambil hasil peradaban Islam secara utuh.

Barat hanya mengambil sisi iptek-nya, namun mereka tidak mengambil sisi ruhiyahnya.

Akibatnya, kemajuan tersebut tidak dilandasi oleh nilai-nilai agama. Peradaban mereka dibangun dari asas sekulerisme. Memisahkan agama dari urusan kehidupan.

Karena itu, kemajuan peradaban Barat akhirnya semu. Pintar masyarakatnya, namun hakikatnya bodoh.

Lihatlah, Barat memang maju dalam iptek, namun mereka itu tetaplah miskin adab dan jauh dari fitrah sebagai manusia.

Itulah masyarakat jahiliyah modern.

Teknologi Barat berkembang pesat, namun akhlak mereka bejat. Pergaulan bebas, budaya telanjang, LGBT, riba, judi, tawuran, pembunuhan, penjajahan bangsa yang lemah, dll menjadi karakter mereka.

Gelar dan titel mereka tinggi, namun perilaku mereka dibandingkan binatang malah lebih rendah. Kumpul kebo, aborsi, narkoba, minuman keras, dll menjadi budaya mereka.

Peradaban seperti itukah yang ingin dicontoh?

Kalau peradaban yang kayak begituan yang mau diambil, berarti itu cara berpikir mundur seperti masyarakat jahiliyah saat Rasulullah belum diutus.

Sebab itu, kita sebagai umat Islam harus menyadari akan pentingnya kembali pada Islam.

Hadirkan kembali tsaqofah Islam yang telah hilang dalam diri umat Islam. Semaikan kembali tulang punggung peradaban tersebut di dalam benak kaum muslimin.

Bagaimana caranya? Bimbing umat dengan Islam. Kurikulum pendidikan juga harus memasukkan kembali tsaqofah Islam dan menjadikan Islam sebagai asas pendidikan.

Hanya dengan Islam lah, kaum muslimin bisa meraih kegemilangan dalam Iptek dan keluhuran adab manusia sesuai fitrahnya.

Hanya dengan Islam, kejayaan Islam yang telah dijanjikan Allah dan dikabarkan oleh Rasulullah akan segera terwujud. Bukan dengan membebek pada ideologi Barat.

Follow us:     Facebook     Instagram