Sebuah studi yang dilakukan oleh ahli saraf Universitas Princeton, New Jersey, menunjukkan bahwa lingkungan yang rapi dan lingkungan yang berantakan berpengaruh terhadap produktivitas seseorang.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang lingkungan sekitarnya berantakan mengalami penurunan kinerja, peningkatan stres, ketidakmampuan untuk fokus dan memproses informasi.

Itulah salah satu yang mendorong 25 peserta dari berbagai sekolah dan corporate mengikuti dengan antusias Training Seni Merapikan Ruangan dengan Metode 5S yang diselenggarakan oleh Uswah Training and Consulting, pada hari Sabtu (27/4).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 8 pagi sampai pukul 12 ini dibuka langsung oleh Direktur Uswah Training and Consulting, Abdul Khalim. Dalam sambutannya, Abdul Khalim berharap semoga training ini mampu memberikan manfaat bagi para peserta, dan tempat tugas mereka masing-masing. Iapun menegaskan bahwa lembaganya siap bekerjasama untuk menjalankan pelatihan-pelatihan maupun program konsultasi pengembangan pendidikan dan SDM.

Training yang menghadirkan Co-Founder Komunitas Gemar Rapi, Aang Hudaya ini dilaksanakan di Aula Bumi Pengembangan Insani, Kemang Bogor. Dalam paparannya Aang menjelaskan bahwa 5S berkembang di Jepang dan merupakan salah satu konsep Kaizen.

5S yang di Indonesia dikenal dengan 5R adalah singkatan dari Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin). Praktisi Metode 5S ini menjelaskan bahwa Islam sebenarnya mengajarkan kepada umatnya untuk menjalankan 5R.

Resik misalnya, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dijelaskan bahwa Agama Islam itu bersih, maka hendaknya Umat Islam menjaga kebersihan.

Peserta training dibeberkan rahasia praktis mengimplementasikan 5R di sekolah, asrama, rumah maupun ruang kerja. Ringkas (Seiri) adalah langkah awal yang strategis. Jika proses awal ini gagal, maka rapi dan resik hanyalah hiasan dan tidak akan berjalan.

Ringkas memang memerlukan waktu yang relatif lama dalam implementasinya, namun itu bisa berhasil dan menjadi lebih cepat bila setiap orang bertanggung jawab terhadap areanya masing-masing, tandas Aang dalam presentasinya. [zet]

[/column]
Follow us:     Facebook     Instagram